KABAR ANYAR

DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN
UNTUK KORBAN MERAPI

DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPISemenjak Gunung Merapi meletus pada 26 Oktober 2010 pukul 17.10 lalu hingga saat ini, jumlah korban tewas telah lebih dari 250 jiwa. Selain itu, letusan gunung teraktif di Indonesia tersebut memaksa ratusan ribu penghuni di lereng-lereng gunung untuk mengungsi. Penduduk yang mengungsi itu, setidaknya berasal dari 3 kabupaten di Jawa Tengah (Magelang, Boyolali, dan Klaten) serta 1 kabupaten di DIY (Kabupaten Sleman) mengungsi ke lebih dari 250 titik pengungsian. Jarak rumah mereka yang diungsikan di bawah radius 20 km, yang saat itu dianggap kawasan rawan bencana (KRB).

Mulai saat itu pula, secara bahu-membahu pemerintah, pihak swastaDOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPI, dan masyarakat segera memberi pertolongan dan bantuan berupa apa saja kepada para pengungsi korban letusan Gunung Merapi. Segala bentuk bantuan, baik berupa materi (makanan, minuman, pakaian, kesehatan, pendidikan, atau jenis lainnya), tenaga, pikiran, doa, atau apapun bentuknya, setiap hari datang silih berganti untuk para korban. Namun begitu terkadang pula, beberapa lokasi pengungsian agak luput dari bantuan-bantuan materi, terutama para pengungsi mandiri yang berada di rumah-rumah penduduk.

Hingga DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPIsaat ini, setelah hampir 1 bulan dari letusan pertama di tahun 2010, status Gunung Merapi masih dalam tingkatan ”awas”, status tertinggi untuk gunung aktif. Namun begitu daerah sebaran berbahaya sudah mulai dikurangi, dari 5 km hingga 15 km menurut daerahnya masing-masing, yang sebelumnya daerah aman di atas 20 km. Upaya memberi bantuan dari berbagai pihak masih akan terus bergulir untuk meringankan beban para pengungsi. Begitu pula upaya doa bersama juga mulai dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah doa bersama yang dilakukan oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman di wilayah DIY beberapa waktu lalu.

Acara Malam Doa Bersama Umat DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPIBeriman dan Penggalangan Dana untuk Korban Merapi diprakarsai oleh Komunitas Budaya dan Pelaku Pariwisata di wilayah Sleman dan DIY, dengan didukung oleh berbagai pihak, termasuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman serta pihak Monjali. Kegiatan itu digelar di Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali) pada hari Kamis malam (18/11) lalu yang dihadiri dari tokoh-tokoh umat beriman dari agama Islam, Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu, dan aliran kepercayaan. Doa bersama yang digelar pada intinya memohon kepada Tuhan agar musibah segera usai, memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan bangsa Indonesia, serta agar Gunung Merapi segera berhenti mengeluarkan wedhus gembel. Sehingga masyarakat segera bisa bangkit berkarya seperti sedia kala, dan dunia pariwisata bisa pulih kembali seperti semula. Doa DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPIbersama yang digelar ini juga sebagai wujud empati dari masyarakat kepada warga lereng Merapi yang baru terkena musibah.

Acara doa bersama dihadiri ratusan orang mewakili dari berbagai organisasi seni, budaya, pariwisata, agama, aliran kepercayaan, pemerintah, swasta, di wilayah Sleman, DIY, dan sekitarnya. Doa bersama diawali dengan menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” secara bersama-sama untuk semua undangan yang hadir di malam itu. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu ”Bagimu Negeri”. Setelah itu, dilanjutkan acara doa bersama yang diwakili oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman. Doa bersama dilakukan secara bergantian dari tokoh agama yang hadir. Dengan diterangi ratusan lilin, suasana doa bersama di malam itu bertambah khidmat, hening dan senyap.

DOA BERSAMA ANTAR UMAT BERIMAN UNTUK KORBAN MERAPIUsai doa bersama dilanjutkan renungan doa yang disampaikan oleh Bp. Awang dari Dewan Kebudayaan Sleman. Intinya, dalam renungan doa tersebut, jangan mencari siapa yang salah dan jangan mencari kambing hitam atas musibah yang menimpa warga di lereng Merapi atau warga lain yang baru terkena musibah. Namun sebaliknya kita harus terus mawas diri atas segala kesalahan yang kita lakukan terhadap alam dan sekitarnya.

Di malam doa bersama itu juga dilakukan acara penggalangan dana spontan kepada para undangan yang hadir. Dari penggalangan dana malam itu terkumpul uang sebanyak Rp 39.382.000. Dana itu kemudian diserahkan ke Pemda Sleman untuk selanjutnya disalurkan kepada para warga korban Merapi.

Suwandi