Adat Istiadat

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK
AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA
(1)

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

Hujan deras mewarnai perayaan upacara adat Saparan Bekakak yang dilaksanakan hari Jumat, 21 Januari 2011. Ribuan penonton seperti tidak mempedulikan guyuran air hujan untuk dapat menikmati acara tersebut. Beberapa jam sebelumnya penonton bahkan telah memadati Lapangan Ambarketawang, Jalan Raya Wates, Seputar Pasar Gamping, Ring Road Selatan, dan Kompleks Gunung Gamping.

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

Kirab atau prosesi Upacara Saparan Bekakak dimulai dari Lapangan Balai Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman. Di lapangan ini semua peserta kirab berkumpul. Sebelum kirab dilaksanakan upacara diawali dengan pementasan karawitan, tari-tarian, dan fragmen dengan lakon Prasetyaning Sang Abdi. Pentas ini dilaksanakan di panggung Balai Desa Ambarketawang.

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

Kirab sendiri diikuti oleh beberapa bregada (barisan prajurit), yakni Bregada Mejing Kidul, Bregada Delingsari, Bregada Gamping Kidul, Bregada Gamping Lor, Sanggar Dwijo Premana, Jathilan Mejing Wetan, Gapoktan, .....

Upacara Kirab Saparan Bekakak ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam IX, Wakil Bupati Sleman Yunia Satia Rahayu, Ketua DPRD Sleman Koeswanto, Lurah Ambarketawang, dan beberapa pejabat lainnya. Sebelumnya pada Kamis sore, 20 Januari 2011 terlebih dulu diadakan kenduri di rumah Dukuh Gamping Kidul dilanjutkan dengan pengambilan air Tirto Dono Jati dan Tirto Nyi Mayangsari. Air itu berasal dari Umbul Tlogosari atau sumur tua di kompleks Pesanggrahan/Keraton Ambarketawang. Air dan Bekakak kemudian dikirab menuju Balai Desa Ambarketawang kirab ini di bawah pengawalan Bregada Prajurit Wirosuto dari Gamping Tengah.

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

Bekakak sendiri adalah sepasang boneka pengantin yang terbuat dari tepung beras dan tepung ketan. Di dalam tubuh Bekakak tersebut diberi sebuah tabung (buluh) yang berisi juruh ’gula jawa cair’ sehingga ketika Bekakak disembelih seolah-olah dari dalam tubuhnya mengeluarkan darah. Bekakak yang dibuat untuk kemudian disembelih sebagai bentuk dari sesaji di masa lalu dibuat dua pasang. Sepasang pengantin berpakaian gaya Solo dan sepasang pengantin lainnya bergaya Jogja.

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

Tidak semua pengantin Bekakak disembelih di tempat yang sama. Sepasang pengantin Bekakak ini disembelih sebelum memasuki areal bekas Gunung Gamping (di dekat STIKES A Yani-sebelah barat Ring Road). Sementara pengantin Bekakak yang lain disembelih di altar yang telah disediakan di sisi utara sisa atau monumen Gunung Gamping, tidak jauh dari Pesanggrahan atau Keraton Ambarketawang.

UPACARA ADAT SAPARAN BEKAKAK AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA (1)

bersambung

Tim Tembi: a.sartono + a. barata