Kuliner

TOMYAM KEPALA IKAN

Jenis menu tomyam dikenal dari Thailand. Maka, menu itu di Yogya bisa didapatkan di restoran Pukhet. Pilihan pada menu tomyam ada beberapa macam, misalnya seafood atau daging sapi. Kuahnya ada rasa asam-asam pedas, sehingga selesai menikmati menu tomyam mudah sekali bekeringat.

Tapi ada menu tomyam yang berbeda dengan di restoran Pukhet. Menu tomyam ini menyajikan kepala ikan kakap. Jadi, pada list menu tertulis ‘tomyam kepala ikan’. Padahal, brand image warungnya tidak menyebut menu tomyam, melainkan ‘Gule Kepala Ikan mas agus’. Namun, selain gule kepala ikan rupanya tersedia juga tomyam kepala ikan.

Memang yang disajikan pada menu tomyam ataupun gule, hanyalah kepala ikan utuh, duri-durinya tampak kelihatan. Kepala ikan ini disiram kuah, sehingga, ikan yang hanya utuh pada kepala dan tubuhnya tampak kelihatan durinya, ternyata masih ada dagingnya. Tentu saja, jumlah dagingnya tidak sebanyak ikan utuh.

“Apa bisa pesan ikan utuh?”

“Dikirim dari Semarang sudah dalam bentuk tanpa daging utuh’ kata penjaga kasir.

Jadi memang, gule kepala ikan maupun tomyam, hanya menyediakan jenis ikan yang sudah tidak utuh dagingnya. Agaknya, ini satu menu terobosan dari dunia kuliner yang semakin marak di Yogyakarta.

Warung ‘Gule Kepala Ikan’ ini memang baru 4 bulan di Yogya. Dan, sesuai iklannya ‘pertama di Jogja’. Ada tiga warung di Yogya, yakni di jalan Perwakilan no 24A, di jalan KH. Dahlan no 77 dan di jalan Parangtritis no 115. Ketiga warung ini pemiliknya sama.

Di Yogya mulai marak usaha model waralaba atau yang dikenal dengan sebutan frandchise. ‘Gule Kepala Ikan mas agus’ ini juga jenis usaha waralaba, yang pusatnya ada di Solo. Maka, memang benar kalau pertama di Jogja.

Harga menunya tidak mahal. Untuk gule cukup membayar Rp 10.000,-. Untuk tomyam Rp 12.000,- ditambah nasi putih Rp 2000 dan pilihan minum yang disukai. Warung ini juga menggunakan slogan: ‘rendah kolestrol dengan bumbu rempah’. Satu porsi tomyam, untuk satu orang termasuk banyak. Namun lanataran hanya ‘kepala ikan’, maka satu porsi untuk dinikmati sendiri. Kalau ikan kakapnya utuh, pastilah tidak habis dinikmati sendiri.

Ruang warungnya dibuat ‘menyala’, sehingga orang yang masuk seperti berada di ruang yang cerah. Warna kuning mendominasi. Sehingga suasana cerah sangat terasa di warung ini. Katanya, warna cerah yang menghiasi ruang makan, termasuk warung, membuat orang yang ada didalam ruang cepat merasa lapar.

Bertandang di Yogya, orang tidak perlu takut kelaparan. Karena dikota ini ada banyak pilihan warung yang menyediakan bermacam menu, Ada menu khas Yogya misalnya gudeg, brongkos dan lainnya. Ada juga menu-menu aneh, tapi memiliki ‘daya tarik’ untuk dicoba, seperti gule dan tomyam kepala ikan ini.

Paling tidak, menu gule kepala ikan memberikan tambahan pilihan menu, bahwa yang digule tidak hanya daging kambing, sapi atau ayam. Kepala ikan pun bisa dimasak dengan bumbu gule.

Ons Untoro