Dokumentasi audio

Basio mBecak bagian 1
 
Basio mBecak bagian 2
 

Kami menanti komentar / saran Anda terhadap pemuatan dokumentasi audio ini di alamat email tembi@tembi.org


13 Maret 2010, Kabar Anyar
KONFERENSI BENCANA ALAM DI UGM Dalam sesi ‘Bencana Alam dan Lokalitas’ Yanuar Farida Wismayanti, mewakili kelompoknya, memaparkan kehidupan ekologis masyarakat di lereng Merapi. Yang disorot adalah masyarakat Dusun Turgo, Dusun Gemer, dan Dusun Plalangan.

13 Maret 2010, Adat Istiadat
"GUNUNGAN BRAMA" HANYA MUNCUL GREBEG MULUD TAHUN DAL Pasukan Gajah dan Kuda juga ikut dikerahkan dalam upacara Grebeg Mulud tahun ini. Pasukan Hewan itu ikut mengantarkan Gunungan Jaler yang dibawa ke Kadipaten Pura Paku Alaman. Ikut mengantar pula sebagian abdi dalem dan prajurit Kraton Kasultanan. Di setip jalan yang dilewati, masyarakat berjubel ingin melihat iring-iringan pasukan yang membawa sebuah gunungan tersebut.

12 Maret 2010, Kabar Anyar
KONFERENSI BENCANA ALAM DI UGM Pendekatan terhadap persoalan bencana selama ini memiliki dua kegagalan mendasar. Pertama, kajian bencana banyak terjebak pada penelitian pasca bencana, sehingga melupakan kerentanan yang melekat secara historis dalam masyarakat.

12 Maret 2010, Pasinaon basa Jawa
KASUS BANK CENTURY Wis rong sasi luwih, masarakat Indonesia padha disuguhi tontonan sidhange para wakil rakyat ing DPR kang lagi nggunakake Hak Angket, ngrembug kasus Bank Century. Cekake, ana sing sarujuk, anggone pamarintah menehi dhuwit kang gunggunge 6,7 trilyun marang bank kasebut iku wis bener, kanthi alesan kanggo nyamletake donyaning perbankan lan ekonomi ing Indonesia.

12 Maret 2010, Figur Wayang
Nakula Sadewa Lahir Raja Pandhudewanata berwawancara dengan Resi Bisma, Yamawidura, Patih Kuruncana, Puntadewa, Sena dan Permadi. Sang raja minta petunjuk dan nasihat kepada Resi Bisma, bahwa Madrim ingin naik Lembu Andini kendaraan Batara Guru.

11 Maret 2010, Kabar Anyar
Memahami Gusti Allah Macapatan adalah karya sastra yang penyampaiannya dengan cara di tembangkan tanpa di iringi dengan musik gamelan. Ada beberapa jenis tembang macapatan yang antara lain adalah tembang macapat Pangkur, Dhandhanggula, Asmaradana, Kinanthi, Sinom, Pocung, maskumambang, Megatruh.

11 Maret 2010, Primbon
Selamatan Kandungan Rangkaian upacara panggih adalah merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara perkawinan. Upacara panggih ini diakhiri dengan sungkeman kedua pengantin kepada orang tua, serta diteruskan sungkem kepada para sesepuh yang ngombyongi jalannya upacara dari awal hingga akhir.

11 Maret 2010, Situs
SENDANG SONO: LOURDES-NYA INDONESIA Wilayah Kalibawang merupakan daerah yang termasuk kekurangan air. Pada masa lalu sumber air lebih banyak disediakan oleh keberadaan sendang. Setidaknya dikenal tiga sendang di wilayah ini seperti Sendang Beji, Sendang Tuksanga, dan Sendang Semagung yang kemudian dikenal sebagai Sendang Sono.

10 Maret 2010, Kabar Anyar
"BAHASA GAUL REMAJA INDONESIA" PIDATO MENYAMBUT DIES NATALIS FIB UGM KE-64 Kehadiran bahasa “gaul” remaja Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini sungguh boleh dipandang merupakan suatu kreativitas dari sekelompok anak-anak muda dalam sebuah generasi tertentu.

10 Maret 2010, Perpustakaan
Tayub. Pertunjukan & Ritus Kesuburan Tari tradisional sangat erat hubungannya dengan lingkungan di mana tarian itu lahir. Ia tidak mandiri, tetapi luluh lekat dengan adat setempat, pandangan hidup, tata masyarakat, kepercayaan dan lain-lain. Tarian sebagai bagian upacara adat biasanya memiliki bentuk yang tidak berubah sepanjang tradisi adat masih berlangsung.

10 Maret 2010, Yogya-mu
IKLAN-IKLAN LUCU, WAGU, NYLENEH DI JOGJA Di Jogja ada begitu banyak papan, spanduk, baliho, neon boks, poster, leaflet, selebaran lepas, dan lain-lain yang berisi iklan atau promosi. Jadi, tidak aneh jika kita berjalan di sepanjang ruas-ruas jalan di Jogja mata atau pandangan kita akan segera disergap oleh ribuan atau bahkan jutaan tulisan dan gambar yang berisi iklan atau promosi tersebut.

9 Maret 2010, Kabar Anyar
SEMINAR TATA RUANG DAN PARIWISATA Perlu antisipasi penataan ruang kawasan dan kota-kota yang cepat tumbuh pada koridor Yogyakarta, Solo, Semarang, Salatiga, Boyolali, Magelang, kawasan Borobudur, Prambanan dan kawasan sekitarnya. Serta perlunya penataan lingkungan kawasan-kawasan rawan bencana dan pengamanan kawasan potensial produksi pertanian.

9 Maret 2010, Bothekan
ORA NGERTI KENTHANG KIMPULE Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti tidak tahu (mana) kentang (mana) talasnya. Kentang dan talas adalah dua jenis tumbuhan yang berbeda sekalipun sama-sama memiliki umbi yang tumbuh dan berkembang di dalam tanah. Karakter dan ciri-ciri fisik kedua tanaman ini juga berbeda, sekalipun sama-sama menghasilkan karbohidrat.

 

KONFERENSI BENCANA ALAM DI UGM (2)

Dalam sesi ‘Bencana Alam dan Lokalitas’ Yanuar Farida Wismayanti, mewakili kelompoknya, memaparkan kehidupan ekologis masyarakat di lereng Merapi. Yang disorot adalah masyarakat Dusun Turgo, Dusun Gemer, dan Dusun Plalangan. Dari paparan Farida, pandangan warga di tiga dusun tersebut terhadap bencana Merapi cukup menarik. Bagi warga, Merapi seperti makhluk hidup. Karenanya Merapi memang sesekali perlu mengeluarkan hajatnya, seperti orang yang sedang punya gawe untuk mencari jalan membersihkan rumahnya. Namun sebelum bencana, alam telah memberi peringatan yang ditangkap masyarakat melalui ilmu titen. Setelah meletus, Merapi memberi berkah berupa kesuburan dari abu yang ditumpahkan. Jadi bagi mereka, Merapi adalah berkah kehidupan.

Menurut Farida, pandangan positif warga terhadap Merapi antara lain diwujudkan dalam sejumlah pantangan, seperti mengotori kawasan Merapi, menebangi pohon di sekitar mata air, atau membuat rumah yang membelakangi atau menghadap Merapi. Mereka juga rutin menyelenggarakan ritual terkait Merapi, yakni Suroan dan Merti Desa, yang apresiatif terhadap alam. Respon semacam ini muncul dari kepercayaan masyarakat terhadap penguasa Merapi yang menjadi spiritualitas mereka untuk dapat bertahan di lingkungan tersebut. Selain itu di Turgo, warga mengadopsi teknologi informasi dan teknologi baru untuk mengantisipasi bencana. Di Gemer, warga mengadopsi teknologi seperti penggunaan biogas dari kotoran ternak. Dalam perayaan Natal, sejak tahun 2002 warga Gemer memberi konsep dan ritual baru yang disebut Natal Tani.

Bagaimana respon masyarakat terhadap bencana yang utamanya disebabkan manusia?

Rubaidi mengemukakan bahwa bencana tanah longsor dan banjir bandang di Jember, khususnya di Kecamatan Panti dan Silo, pada awal Januari 2006 dan awal Januari 2009, tidak lepas dari pengamatan para kyai. Keterlibatan para kyai tidak hanya terbatas pada tahap emergency response saja. Lebih dari itu, mereka ikut berpikir keras membahas isu bencana, bahkan aktif di gerakan pencegahan bencana berbasis komunitas, maupun di forum workshop, pelatihan dan advokasi. Termasuk yang tak kalah penting adalah menafsirkan fiqh klasik berkaitan dengan perusakan lingkungan. Meski terdapat keterbatasan belum terakomodasinya kompleksitas permasalah lingkungan dan bencana di dalam kitab kuning. Toh setidaknya mereka sepakat, mengacu pada hukum fiqh, bahwa melakukan penggundulan hutan di kawasan hima’ (kawasan lindung untuk kepentingan umum) dan berdampak bencana hukumnya haram.

Menurut Rubaidi, para kyai dihadapkan pada konstruksi pengetahuan baru terkait dengan mereka yang terlibat dan menjadi agen munculnya bencana di Jember. Dalam banyak kasus, aparat pemerintah nyaris memiliki kekuasaan mutlak, terutama dalam konteks pengelolaan lingkungan, sekaligus aktor langsung maupun tidak langsung di balik kerusakan lingkungan yang berdampak timbulnya bencana. Para kyai melihat, ada diskriminasi kebijakan dalam distribusi akses sumber daya kehutanan. Di Panti, pemerintah membatasi akses masyarakat namun justru memberikan kesempatan terbuka kepada perusahaan-perusahaan swasta dalam pengelolaan kehutanan. Padahal justru lahan yang dikelola mereka belum sepenuhnya aman, masih rentan dengan kelongsoran. Yang lebih mengherankan, setelah bencana tahun 2006 dan 2009 ini pemerintah masih saja memberi izin eksplorasi tambangan mangaan di area hitan Babab Silosanen, yang daerahnya rawan terhadap bencana tanah longsor untuk kedua kalinya. Sebaliknya, justru lahan yang dikelola oleh masyarakat sekitar hutan tidak lagi longsor.

Dalam kasus lumpur di Porong Sidoarjo Jawa Timur yang melibatkan PT Lapindo Brantas Inc, Anton Novenanto menyorotinya dari sisi media, pertarungan dalam pembentukan opini. Di satu sisi terjadi intervensi kapital melalui media besar seperti Harian Surabaya Post, ANTeve dan TV One yang sahamnya dimiliki kelompok Bakrie (yang juga pemilik Lapindo), serta melalui advertorial satu halaman penuh selama enam bulan berturut-turut. Di sisi lain ada media alternatif dari LSM.

Diangkat pula soal politik penamaan kasus ini. Penamaan ‘lumpur Lapindo’ berkonotasi mengakimi Lapindo sebagai pihak yang bertanggung jawab atas luapan lumpur. Sementara penamaan ‘lumpur Porong’ atau ‘lumpur Sidoarjo’ lebih berkonotasi netral, yang bisa mengeliminasi kontribusi Lapindo dalam bencana ini. Anton sendiri memilih istilah ‘kasus Lapindo’ karena yang terjadi bukan hanya kerusakan fisik tetapi juga kerusakan kehidupan sosial. Bahkan luasan bencana sosial ini tidak hanya di wilayah semburan lumpur panas itu saja tetapi juga tampak di berbagai institusi sosial pada level yang lebih luas (ekonomi, politik dan hukum). Dalam kasus Lapindo, institusi sosial tidak cukup kuat untuk menormalkan kembali kehidupan sosial kelompok yang terkena dampak bencana. Negara tidak pernah bersikap tegas terhadap Lapindo yang diduga menjadi sumber bencana sosial akibat luapan lumpur.

Nur Said mengangkat perlawanan Komunitas Sedulur Sikep terhadap rencana pembangunan pabrik semen di Sukolilo Pati Selatan, Jawa Tengah, yang mengancam tanah pertanian mereka. Sedulur Sikep adalah masyarakat Samin yang selama ini konsisten mempertahankan nilai-nilai budayanya dan terkenal dengan perlawanan tanpa kekerasannya. Bagi mereka, pembangunan pabrik semen akan menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan, air dan udara bersih, serta kekhawatiran adanya bencana alam.

Bagi Sedulur Sikep, ketika alam dikelola dengan penuh keluguan (memperhatikan keseimbangan alam) dan sikap demunung (sesuai dengan sifat-sifat alam yang merindukan sentuhan kepedulian tak dieksploatasi) maka semesta alam juga akan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan. Sebaliknya ketika pengelolaan alam dilakukan tanpa mempertimbangkan nilai-nilai keseimbangan di tengah lingkungannya, maka sudah menjadi genepe alam (pranata alam) bahwa bencana seperti banjir dan kekeringan akan terjadi.

Sebagai bentuk perlawanan, mereka membangun teknologi konstruksi bangunan yang tak berdinding tebal tanpa semen tapi dengan dominasi penyangga kayu yang lebih ringan. Mereka juga secara terbuka mengajak semua elemen masyarakat untuk berpikir jernih dengan perspektif jauh ke depan. Mereka juga membentuk organisasi dan sistem jaringan sosial baru di kalangan mereka, baik internal, antar komunitas maupun posko bersama.

Untuk melawan kajian ilmiah dari Universitas Diponegoro yang pro pabrik semen, mereka menggaet UGM dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran untuk membuat riset tandingan. Mereka juga membuat film dokumentasi tentang masyarakat di sekitar pabrik Semen Gresik di Tuban Jawa Timur yang mengalami dampak buruk. Slogan Pemda Pati “Basahi Pati Selatan” yang bercitra menyejahterakan ditandingi dengan citraan bahwa kehadiran pabrik semen merupakan ancaman bahaya banjir dan bencana budaya bagi masyararakat Sedulur Sikep di Sukolilo. Dengan bahasa yang lugu dan lugas, mereka membawa gerakan sosial ini menjadi perlawanan tanpa kekerasan.

Bencana alam nampaknya akan menjadi persoalan krusial di masa mendatang jika melihat aksi penggundulan hutan, pembangunan gedung-gedung di daerah resapan air, dan semacamnya, yang kian menjadi. Kearifan lokal yang bersahabat dengan alam agaknya perlu digali lagi sebagai salah satu bagian solusi dalam penanganan bencana alam.

barata

Untuk dapat melayani kebutuhan informasi pada Anda dengan lebih baik, segera daftarkan diri Anda pada kami lewat e-mail tembi@tembi.org dan Anda akan mendapatkan fasilitas mengakses informasi-informasi dengan lebih leluasa.

Terima kasih atas partisipasi Anda.

nb: jangan lupa sebutkan identitas diri Anda saat mendaftar pada kami, GRATIS!

buku tamu