Kursus Tembang Macapat

KURSUS TEMBANG MACAPAT VIII

KURSUS TEMBANG MACAPAT VIII

Mulai bulan Juli 2010, Tembi Rumah Budaya membuka Kursus Tembang Macapat Tingkat Dasar. Kursus ini memakai sitem jarak jauh, dengan mengandalkan bahasa teks. Oleh karenanya teks yang di online kan diusahakan komunikatif, dengan memakai dua macam notasi, yaitu Pentatonic (lima tangga nada, memakai nada suara Gamelan) dan Diatonis (tujuh tangga nada, memakai nada suara Piano, Gitar, seruling atau alat music bernada diatonis lainnya)

Dengan menampilkan dua notasi tersebut diharapakn para peserta kursus dapat memilih teks yang disediakan sesuai dengan kemampuan dalam membaca not, baik itu notasi pentatonik atau pun notasi diatonik, sehingga dapat membantu kelancaran dalam proses belajar.

Pada kursus Tingkat Dasar ini disediakan 10 materi Tembang Macapat, yang akan diberikan satu bulan sekali, selama sepuluh bulan. Setelah sepuluh materi tersebut di online kan, artinya bahwa Kursus Tembang Macapat Tingkat Dasar telah selesai. Para peserta yang mengikuti kursus secara intensif, berkesinambungan dan menguasai sepuluh tembang dengan baik dan benar, dinyatakan telah lulus dalam mengikuti Kursus Tembang Macapat Tingkat Dasar.

Berkaitan dengan tanda kelulusan, peserta yang ingin mendapatkan Partisara (sertifikat) Kursus Tembang Macapat Tingkat Dasar secara resmi dari Tembi Rumah Budaya, dapat datang di Kantor Tembi Rumah Budaya yang beralamatkan di Jalan Parangtritis Km 8,4 Sewon Bantul Jogyakarta, telpon (0274)368000. Tentu saja dengan pembuktian bahwa yang bersangkutan benar-benar dapat menyanyikan sepuluh tembang yang telah di on line kan.

Kursus ini dibuka untuk umum dan gratis. Bagi yang berminat mengikuti Kursus, baik secara perorangan ataupun kelompok, dapat langsung bergabung di rubrik ini.

Pada Edisi ke kedelapan ini tembang yang dipakai untuk belajar adalah tembang Durma dengan jenis lagu Rangsang bernada Slendro dengan syair berikut ini:

Damarwulan aja ngucireng yuda
tangia sun enteni
tanding lawan ingwang
padha mangsa padhaa
tadhahana pedang mami
ingkang prayitna
kena mesthi ngemasi

terjemahan :
Damarwulan janganlah meninggalkan medan perang
bangunlah aku tunggu
bertanding melawanku
tidak mungkin menandhingi
lawanlah pedhangku
waspadalah
terkena pasti mati.

Tembang satu pada tersebut adalah cuplikan dari serat Damarwulan pada adegan perang tanding antara Menakjinggo dan Damarwulan. Pada adegan tersebut Menakjinggo sedang sesumbar atau mengumbar kata-kata ketika dapat menjatuhkan Damarwulan. Selanjutnya dapat disimak tembang tersebut lengkap dengan notasinya:

KURSUS TEMBANG MACAPAT VIII

Walaupun tembang Durma di atas memakai notasi pentatonic yang mengacu pada nada gamelan slendro pathet sanga, larasnya atau tinggi nadanya dalam membawakan tembang macapat tidak harus sama dengan nada gamelan. Tinggi rendahnya nada dapat disesuaikan dengan kemampuan suara penembang. Karena pada dasarnya tembang macapat tidak diiringi dengan gamelan.

Selanjutnya dibawah ini ditampilkan teks tembang dengan menggunakan notasi diatonis.

KURSUS TEMBANG MACAPAT VIII

herjaka HS