KABAR ANYAR
DUDUK BERSAMA GUS DUR
“Duduk
bersama Gus Dur’demikian salah satu judul karaya seni rupa yang ikut dipamerkan
pada ‘ArtJog’ di Taman Budaya Yogyakarta. Karya seni rupa ini berupa patung, dan
menampilkan sosok Gus Dur dalam keseharian. Mengenakan tshirt dan celana pendek
serta sandal. Gus Dur sedang duduk di kursi panjang. Karya ini di letakkan di
depan pintu masuk ruang pamer Taman Budaya, sehingga setiap orang yang
mengunjungi ruang pamer pasti melihat “Gus Dur” sedang duduk di kursi panjang
sambil tertawa lepas khas Gus Dur. Tidak lupa, kaca mata tebal menghiasi
wajahnya.
Di latar belakang Gu Dur duduk,
ada dinding warna putih. Dinding yang terbuat dari triplek. Jadi, bukan dinding
Taman Budaya, melainkan kontruksi yang dibuat oleh penyelenggara pameran. Pada
dinding tertera banyak logo dari sponsor pameran. Jadi, ketika siapa saja yang
memotret
Gus
Dur yang sedang duduk, logo sponsor akan memberi warna sebagai latar belakang.
Ada kalimat tambahan, yang sifatnya aplikatif dari karya yang berjudul ‘Duduk bersama Gus Dur’ ini ialah, kalimat yang berbunyi maksimal 4 orang. Jadi, siapa saja yang ingin foto bersama dengan ‘Gus Dur’ yang sedang duduk, dibatasi hanya untuk maksimal 4 orang. Karena, memang kursi panjang hanya memuat 5 orang termasuk Gus Dur.
Rasanya, karya seni rupa ‘Duduk
bersama Gus Dur’ ini sifatnya interaktif. Karena, hampir banyak orang yang
melihat pameran, tidak lupa menyempatkan diri untuk ‘Duduk bersama Gus Dur’ dan
potret berasma dengan dia. Dari anak kecil sampai orang dewasa, termasuk orang
tua, tidak menyia-nyiakan waktu untuk ‘Duduk bersama Gus Dur’ dan
mengabadikan
peristiwa itu.
Gus Dur yang telah pergi menuju surga, sosoknya masih dikenal hingga kini. Anak-anak kecil pun mengenal sosok Gus Dur. Seorang anak kecil, ‘duduk dekat Gus Dur’ sambil memegangi tangannya. Ada yang usil, meraba wajah Gus Dur, yang terus tertawa. Semua orang yang foto sambil ‘duduk bersama Gus Dur’ pasti tersenyum. Tak ada wajah muram yang ‘duduk bersama’ Gus Dur saat dipotret.
Setiap orang mengambil pose
yang berbeda dalam berfoto.
Yang
paling banyak memang ‘menuruti’ judul karyanya, yaitu ‘Duduk Bersama Gus Dur’.
Namun ada juga yang pose dengan mengambil posisi dibelakang Gus Dur, sehingga
sambil memegangi pundak Gus Dur, karya foto memberikan kesan, bahwa akrab dengan
Gus Dur.
Kalimat yang seringkali muncul, ketika melihat sosok Gus Dur sedang duduk, sambil tersenyum: “tolong aku dipotret sambil duduk”. Kalimat menyerupai seperti ini kerap terdengar kapan melihat pameran ‘ArtJog” di Taman Budaya Yogyakarta. Sepertinya, sosok Gus Dur telah mengundang siapa saja untuk duduk bersama dengannya.
Karya ‘Gus Dur’ ini, sekaligus bisa menunjukkan, bahwa Gus Dur bergaul dengan kelompok manapun dan dari kalangan manampun. Maka, orang-orang yang foto bersama dengan Gus Dur, meski hanya karya seni rupa, berasal dari kalangan yang beragam.
Ons Untoro